Halaman

Senin, 02 Maret 2015

S.E.M.U.T

Hello..

Sudah lama sekali rasanya vacum dari dunia pemblogeran ini wkwk.. kayaknya udah lebih dari 2 bulanan gak ngepost yea?
Kali ini gue mau curhat dengan bahasa yang rada frontal yakkk.. karena gue lagi bete parah sm semut semut yang ada di rumah gue...

iya..

SEMUT.

Ini bukan semut biasa.. semutnya tuh super banyak dan sangat sangat annoying sekali. Mereka super jago merusak barang-barang yang ada di kamar gue... kayak... plastik penutup "hole puncher" yang di lahap sampe reges-reges jahanam gitu.. 

dan sepertinya baju olahraga gue pun reges dan bolong2 kecil digigitin sama semut semut nakal yang gak pernah ada habisnya itu. 

dannnn... yang paling ngebuat bete lagiiii... BALON gue di gigit hingga meledak dan bocor. Padahal niatnya balon itu mau gue pake 22 hari lagi... iya 22 hari lagi . hem. /gagalhemat/
ya pokoknya gue benci bgt sama semut yang ada di rumah gue. yha.

maaf gak ngelampirin fotonya ya karena gue terlalu jijik juga untuk motoinnya. BYE.



bks. 2/3/15
aulipa.

Rabu, 30 Juli 2014

Analogi Jogging

Assalamualaikum :)
Berhubung masih dalam pekan kehangatan Idul Fitri /tsah/ Aul mau minta maaf ke temen-temen semua. Sebagai manusia yang tidak sempurna dan sering salah, Aul pun tak akan luput dari dosa-dosa.. Semoga teman-teman berkenan untuk memaafkan Aul yhaaa ^^ Happy Ied Mubarak.
_________________________________________________________________________

Sebenernya gue gak pandai beranalogi dan gak pandai merangkai kata untuk menjadi rangkaian yang indah dan enak di baca. Dan setelah gue sadari, tulisan dalam blog gue ini malah terkesan "menye-menye" cengeng, dan cewek banget (ya emang gue cewek sih) Tapi insyaAllah gue bakal bermetamorfosis menjadi lebih baik dan gak terlalu mellow menyikapi semua persoalan. Karena menjadi terlalu mellow itu capek dan membuat nafsu makan meningkat..... ya sangat meningkat. Hem.

Gue baru menyadari satu hal lagi dalam hidup gue. Yaitu... Gue terlalu sering membuang-buang waktu untuk hal yang gak pasti dan memang gak akan pernah pasti. Gue pun typical "terlalu" gampang memaafkan dan melupakan rasa sakit hati. Selain itu gue juga susah buat nethink dan menganggap nyaris semua orang itu baik. padahal enggak kan? Ya itu yang menjadi masalah terbesar gue dan menyebabkan gue selalu jatuh di lubang yang sama dan pada akhirnya gue pula yang dibego-begoin sama andri -_- yaaa andri mungkin udah bosen kali ya dengerin cerita gue yang terlalu absurd dan seperti de javu tiap cerita. Hem.
Tapi gue sempet terharu Andri bilang (kurang lebihnya gini) 

"Kalo gue gak bego-begoin lu, lu gak pernah sadar apa kesalahan lu, ul. Dan lu bakal ngulanginnya terus." Andri, 16 Tahun, Kakaknya Adrian (?) 
Andri udah garis keras aja gue masih bala gini gimana dia cuma diam mendengarkan pasti gue lebih bala. Oh well, kalian pasti gak tau andri ya? Hemmm... di post selanjutnya deh gue mau ceritain andri wkwkwk.

Balik ke judul awal.
Analogi Jogging

Kemarin, 29 Juli 2014. Hari ke-dua Idul Fitri.
Gue emang berniat untuk Jogging di komplek perumahan. Namun ternyata malam harinya (28 Juli 2014) gue skype sama sebut aja Bintang, dan dia bilang mau jogging juga -_- eh gatau kenapa gue malah refleks mau join wkwkwk dan akhirnya keesokannya kita janjian buat jogging.

Karena gue mempunyai teman jogging akhirnya gue berubah haluan untuk jogging di TMII aja. karena kalo di komplek pasti dia gak mau -_-
Gue berangkat dari rumah jam 6 pagi, terus ketemu dia dan pukul 7 kita udah di TMII. Setelah parkir, make sepatu, dan menyimpan barang berharga. Kita pun bergegas untuk lari. BTW karena emang gue udah lama banget gak olahraga jadinya yaaaa... Baru 200-300 meter lari aja gue udah bengek wkwk. Jadinya gue memutuskan untuk jalan saja. Membiarkan dia terus berlari. Karena gue gak mau malu akhirnya gue berusaha untuk berlari dengan bertekat.... gue mau kurus wkkwkwk.. tapi ternyata gagal sodara sodara. -_-

Dia sudah cukup jauh di depan dan gue berusaha terus berlari. Sesekali dia menengok kebelakang kemudian jalan. Akhirnya gue bisa menyamakan langkah gue dengan dia dan.... terjadilah perbincangan ditengah-tengah napas gue yang nyaris habis. Kurang lebihnya gini:

Aul (A) : Lu sering lari ya? Kuat banget. napas gue udah abis nih
Bintang (B) : Hem.. sampe apal jogging tracknya. Biasanya gue lari 3x muterin ini.
A : .......
B : Kalo lari nafasnya dari hidung, terus kalo lagi istirahat baru dari mulut. biar gak gampang capek
A : .......

A : Tang, Lu lari aja deh duluan gue udah gak kuat lagi. Gue jalan aja
B : Lu aja yang duluan biar gue di belakang
A : Gamau ah. Gue gak bisa lari. Lu lari aja duluan nanti kita ketemu di start awal tadi. Lagi pula gue yakin lu gak bakal pulang duluan karena lu emang gak bisa pulang kan kunci sm hp lu ada di tas gue hahahaha..

Akhirnya Bintang pun berlari dan gue tetap jalan di belakang sembari memperhatikan punggung yang menjauh dan mengecil perlahan kemudian hilang di belokan... gue pun menyadari suatu hal, cepat atau lambat ia pun pasti akan menghilang tanpa bisa gue tahan sebagai mana keras gue mencoba.
Ia terus berlari sesekali berhenti ketika merasa lelah dan menengok kebelakang. Kemudian berlari lagi dan benar-benar menghilang. 
Ya gue pun menyadari... Jogging di pagi ini bisa dianalogikan seperti gue dan dia. Kita memulai start bersamaan, namun dia konsisten untuk berlari, gue yang sudah kehabisan napas berjalan untuk mengumpulkan energi. Dia yang berlari dan gue memutuskan berjalan, kita gak bisa bersatu. Gue terlalu lelah untuk berlari dan walau berusaha sekeras apapun gue gak bisa menyamakan dia. Walau sesekali dia beristirahat dan menengok kebelakang untuk sesaat tapi dia tak pernah sepenuhnya menengok dan menunggu. Dia hadir ketika lelah dan membutuhkan tempat untuk singgah sebentar dan kemudian meneruskan untuk berlari lagi. dan gue akan tetap berjalan, tidak bisa menggapainya.

Sampai pada akhirnya gue menemukan 2 jalan yang berbeda, kekanan atau kekiri. Hati gue memilih untuk kekanan, tapi ego gue memutuskan ke kiri. dan akhirnya gue berlari ke kiri. Menyusuri jalan sepi dan sesekali melihat anak-anak berpasang-pasangan mengayuh sepeda. aaaahhh... bayangan masa lalu pun kembali hadir dan gue harus menguburnya lagi. Gue terus berjalan dan sesekali berlari namun gue telah kehilangan jejaknya. Gue berusah untuk secepat mungkin sampai ke garis finish karena gue tahu dia pasti menunggu disana. Ternyata dia memang sudah menunggu disana dengan peluh yang bercucuran. Dan kenyataannya dia berbelok ke kanan dan gue kekiri... kita tidak sejalan....

Analogi selanjutnya adalah.... Dia yang sudah menemukan akhir cerita sudah bersiap untuk duduk dan merelaxkan tubuh. Dia menunggu bukan karena ingin, tetapi karena terpaksa untuk menunggu. Kenyataannya adalah barang-barangnya ada di tas gue. mungkin kalo gak ada di tas gue dia akan pergi ._. Seperti akhir perjalanan ini. Dia yang telah menemukan garis akhir akan pergi kapan pun tanpa harus menunggu. Dan yang harus gue lakukan adalah tetap survive apapun yang terjadi. yakan?

Diakhir pagi ini kita sama-sama duduk, memandang kebelakang sejenak, bercerita dan sebelum akhirnya berpisah. Sampai akhirnya gue pun menyadari. Ucapan "Terimakasih" ini pun dapat diartikan sebagai "Selamat tinggal".

Dan gue tetap harus semangat untuk kembali menata semuanya dan bekerja keras untuk hidup gue kedepan.
Terimakasih kamu telah mengajarkan banyak hal... Tentang cinta, kasih sayang dan persahabatan. Aku tidak pernah menyesal mengenalmu, menghabiskan waktu dan berbagi cerita. Terimakasih kamu telah memberikan kebahagiaan. Walau aku sebenarnya sadar. Kebahagiaan, tawa, ceria yang aku rasakan karenamu sebenarnya adalah kebahagiaan yang terjadi diatas air mata. Terimakasih...



Bekasi, 30 Juli 2014

Aulia Putri

Senin, 05 Mei 2014

Don't expect too much because it can.........


I know right, emang pada dasarnya semua tidak boleh berlebihan. Tidak boleh berlebihan percaya, cinta/suka, dan berharap terlalu tinggi karena apabila jatuh pasti akan terasa sakitnya menusuk. Ya, itu yang gue tau dan gue rasain sekarang. Boleh kan kali ini gue numpahin perasaan yang bergelayut di hati gue beberapa hari terakhir disini? Hahaha.. sekalian berharap seseorang disana tidak sengaja mampir kesini dan membaca tulisan ini.
Ya, gue akan ceritakan kisah kali ini dari awal, awal sekali......

Semua masih tergambar jelas dalam ingatan gue, bagaimana pertama kali gue melihat dia diantara sekumpulan orang yang tak dikenal, bagaimana perasaan gue pas tau siapa dia, bagaimana rasanya melirik dari jauh tanpa ada yang menyadari kalo sebenarnya mata ini tak pernah berpaling, dan perasaan lainnya yang tidak dapat dilukiskan dan digambarkan secara gamblang. Yang gue tau, semuanya mengalir begitu saja. Dari hanya sekedar mengagumi dari jauh sampai berani untuk bertanya. Dari yang awalnya membayangkan sampai akhirnya menjadi kenyataan. Walau tak semuanya menjadi kenyataan siihh...

Pertama kali lihat dia saat MOS 2012. Setelah itu, gue jadi sering diam-diam melihat dia dari jauh. Ya semuanya berjalan begitu saja. Saling tahu namun tak mengenal. Saling tahu namun tak pernah menyapa. Dan gue tetap mengamati dari jauh. Ohya! Saat memperhatikan seseorang, gue lebih suka melihat matanya karena mata itu dapat berbicara, karena mata itu memancarkan sesuatu seakan dari hati dan gue suka matanya. Dan dia memiliki mata yang indah dan memancarkan cahaya yang menyejukkan.

Banyak kejadian kocak yang gue alami dan itu bisa dikatakan absurd. Pernah waktu itu, dia menepuk pundak gue pas gue lagi beli persediaan makanan. Ntah itu dia salah orang, atau emang sengaja. Gue juga gak ngerti. Tapi itu pertama kali gue bisa ngeliat senyumnya dari dekat. OMG. dia punya senyum yang manis, dan saat dia tersenyum seakan matanya menghilang dan itu lucu banget!!! HAHAHA!!!
Setelah itu gue beberapa kali melakukan interaksi yang tak terduga. huehehe >.<

Sampai pada akhirnya.... 
Satu bulan yang lalu....
Semuanya mengalir begitu saja. Gue senang saat membaca celotehan dia, gue senang saat membaca jokes jokes dia yang terkadang malah super garink, gue senang karena gue merasa lebih berwarna dan gue seakan menemukan potongan puzzle yang hilang, dan semua terasa hampa saat dia menghilang.

Mungkin tanpa dia sadari, cerita tentang seseorang yang gue kagumi itu sebenarnya dia. Dia yang menyuruh gue untuk berkata jujur, menyatakan perasaan yang gue rasakan. Tapi gue rasa gue gak bisa melakukan itu. Banyak pertimbangan yang gue pikirkan. Selain itu, gue terlalu takut saat semuanya sudah terlihat jelas, dia akan pergi begitu saja.
 
Dia pernah bilang sama gue "tidak semua hal yang lu mau bisa lu dapetin ul," dan gue pun sadar, gue gak bakal bisa mendapatkan semua yang gue mau. Termasuk dia. Dia juga pernah bilang "Nyatain aja ul, orang yang lu suka pasti menghargai itu kok". Oh maannn... Ngelakuinnya di kehidupan nyata gak segampang itu kali dan ini juga bukan manga jepang. dan seandainya lo tau dari semua cerita gue, yang gue maksud itu lo, apakah lo masih seperti ini?

Malam ini, ntah gue mendapat dorongan dari mana gue memberanikan diri untuk nulis ini. dan gue menemukan suatu fakta bahwa selama ini kita hanya berteman. dan dia memang orang yang baik kepada semua orang. Gue yang sudah berharap terlalu tinggi dan harus siap untuk terjatuh, sebelum terjatuh lebih dalam lagi gue harus sadar diri dan bangkit. Karena kenyataan terpahitnya adalah.... dia sudah menemukan seseorang yang dia cari. Dan itu bukan gue.









May, 5th 2014.

Jumat, 04 April 2014

Be a Secret Admirer, better or not?

Hai gais,
Kali ini gue mau bahas tentang Be a Secret Admirer. InsyaAllah gue mau bahas seluk beluknya yg gue tau. Okey here we go...

Apa sih secret admirer itu?
Secret admirer itu berasal dari Bahasa Inggris. Secret artinya rahasia dan admirer artinya pengagum. Jadi, secret admirer artinya pengagum rahasia.
Ya namanya juga pengagum rahasia, jadinya diem-diem suka, hanya diri sendiri dan Tuhan YME yang tau isi hati yang sebenernya /tsah/.

Ada beberapa tahap saat seseorang jadi secret admirer (menurut gue)
Firstly, pada orang yg menjadi secret admirer di tahap ini bakal ngerasa "gue gak papa kok hanya mengagumi dari jauh" dan dia bakal keliatan biasa aja kalo papasan walau mah sebenernya udah loncat sana loncat sini hatinya. Tapi tampangnya masih stay cool. Terus pada tahap ini kadang si secret admirer belum terlalu kenal sm "target"nya.

Secondly, saat si-secret admirer mulai kenal sm "target". Di tahap ini mungkin ntah bagaimana mereka bisa kenalan dan saling melempar senyum. Dan pada tahap ini kerahasiaan menjadi secret admirer masih terjaga dengan aman. Si-secret admirer masih stay cool saat ketemu cowok itu dan bersama teman-temannya. Yah mau gimana lagi? Orang gak ada yg tau kok. Wk kalo ketauan kan berarti gagal jadi secret admirer -__-

Thirdly, masa yang mulai berat. Sering terjadi juga. Saat teman si-secret admirer suka dengan "target". Di point ini, secret admirer harus mulai menahan tatapan saat berpapasan, harus jangan terlihat "mencari-cari" setiap ada kesempatan. Karena kalo ketauan mati aja lo (?). Ya pokoknya pada tahap ini harus bisa jaga hati dan sikap. Karena apabila salah langkah semua bakal jadi hancur.

Setelah tahap ke-3 berhasil di lewati bukan berarti aman. Ada 3 kemungkinan lagi yang harus dihadapi.
1. Si-secret admirer deket sm "target"
Pada kemungkinan ini mungkin menguntungkan buat si-secret admirer. Karena perasaan yang udah di bendung lama bisa sedikit-sedikit tersampaikan walau harus tetap tahan perasaan biar gak kebablasan.

2. "Target" tau kalo ternyata ada yg memperhatikan dia dari jauh. Ini bisa jadi boom atau malah menguntungkan. Jadi boom kalo terntata si "target" malah menghidar dan terjadi awkward moment. Tapi menguntungkan saat "target" malah memberi respon baik.

3. Bakal berantem sama temen
Oke kemungkinan ketiga tuh pait banget deh menurut gue. Karena si-temen ini merasa dia jauh lebih dulu suka sama "target" jadinya kamu bakalan di cap TMT (read: temen makan temen). Apabila kamu berada di posisi ini keep stay cool aja. Anggep gak ada apa-apa. Seandainya mau minta maaf ya terserah sih tapi itu seperti memperkeruh keadaan diantara temanmu dan kamu. Ya biarkan waktu yang terus berputar aja untuk membetulkan ke awkward-an yang terjadi diantara diantara kalian. Dan apabila temanmu marah, kamu gak perlu takut karena memiliki perasaan itu adalah hak asasi manusia dan tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk menyukai orang lain karena itu adalag anugrah dari Tuhan YME.

And finally, the last but not least. Ending-nya, Ntah itu bahagia, tetap menjadi secret admirer, atau malah suram. Who knows kan?

Suka duka menjadi secret admirer:
1. Ya namanya juga rahasia, cepat atau lambat akan ketahuan. Yaaa... jadi suatu saat pasti akan ketahuan juga.
2. Jadi secret admirer itu sakitnya lebih parah daripada jadi admirer yang gak secret (?) Yaaa... karena kalo secret admirer gak bisa ngungkapin semuanya secara gamblang. Harus ditahan sendirian. Jadi lebih sering makan hati daripasa makan nasi .-.
3. Saat semua orang sudah tau kalau selama ini kamu jadi secret admirer-nya "target" kamu bisa di anggap negative (walau gak selamanya negative).

Ya kalo menurutku sih jadi secret admirer lebih sering sakit daripada bahagianya. Tapi saat kamu jadi secret admirer kamu bakal merasakan bahagia yang berbeda. Saat kamu gak sengaja bertemu, saat kamu mendapatkan info tentang dia, saat kamu gak sengaja mendapat senyum dari dia, dan semua yang berhubungan denggannya itu membuat perasaanmu bahagia. Walau kau hanya menyimpannya sendiri. Satu lagi, being a secret admirer tuh gak boleh expect too much and hope too much. Karena kalau gak sesuai harapan kamu, kamu yang bakal ngerasa sedih.

Ya itulah seninya menjadi secret admirer. HAHAHA.

Btw semalem gue chatting sm Andri ngomongin masalah secret admirer gitu ya kurang lebih seperti ini :

♧ : jadi secret admirer itu enak ndri, pas gak ada seorang pun yang tau. Lo bisa bebas mandangin matanya, hidungnya, senyumnya. Gak ada yang peduli ndri. Karena gak ada yang tau.
♣ : Lebih enak jadi secret admire, tapi ternyata... yang di-admire-in malah bales perasaan kita gitu... asli kalo udeh begitu berasa jadi orang paling bahagia deh.

And then, gue setuju kali ini sama Andri. HAHAHA.

Ya pesan gue, kalau kamu merasa yakin untuk jadi secret admirer, kamu harus survive sm apapun yang terjadi. Ya walau semua orang pasti bakal bilang "i want to live, not just survive" karena memiliki perasaan adalah hak asasi manusia dan perasaan itu adalah anugrah dari Tuhan YME. ♥

Kamis, 12 September 2013

maaf

Ini adalah hari yang kesekian kalinya kita saling membangun tembok es yang dingin. ini adalah hari kesekian kalinya kita tak saling menyapa, bercengkrama, bercanda, tertawa bersama. Ini adalah hari kesekian kalinya sejak hari terakhir kita saling melempar senyuman. Entah kenapa, sekarang... semua terasa berat. Tak ada yang mau untuk mulai menyapa, memulai pembicaraan, mencairkan suasana... Tak ada yang berani. Aku? masih mengumpat dibalik kabut rasa gengsi yang enggan untuk pergi. Aku? hanya berani untuk menunggu... menunggu dan terus menunggu karena aku tidak berani untuk memulai terlebih dahulu.

Aku yang bermain dengan angan angan dan ekspektasi yang tinggi tentang kita. Aku rasa cuma aku.. bukan kita, tapi apalah arti aku berharap sendirian sedangkan kamu tidak? apa artinya aku bermimpi sendiri namun kamu berjalan berlawanan arah denganku? semuanya gak ada artinya. kadang aku malah berharap untuk terus tertidur agar aku dapat bermimpi indah. karena kenyataan tak seindah mimpiku.
Aku tak berharap tinggi lagi, cukup menjalin silaturahim yang baik dengan mu adalah salah satu kebahagiaan yang aku inginkan sekarang. Aku tak berharap kita kembali seperti dulu. aku cuma ingin kita saling melempar senyum saat berpapasan. bukan membangun tembok es yang dingin..
penyesalan memang datang terakhir. iya terakhir setelah semuanya sudah terjadi. setelah aku kembali melakukan hal bodoh yang seharusnya tidakku lakukan, aku menyesal... sungguh.
Maaf, bukan maksudku untuk seperti itu, maaf sungguh tidak pernah terbesit seperti itu, maaf aku tak pernah berani untuk memulai semuanya, maaf aku tidak berani untuk menyapamu, maaf karena aku seakan tidak ingin melihat mu. tapi apa yang ku lakukan tidak semuanya berasal dari hati. sungguh.





















maaf.
ul.

Sabtu, 08 Juni 2013

Why Always You?

I don't know what I write in this post but I try to write little things about my feeling. yeahhh my feeling for you.

kita? sudah lama rasanya kita tidak saling bertegur sapa. Saya ingin mengingat kembali bagaimana pertemuan perdana kita dulu, bagaimana kita bisa lebih dekat, bagaimana kita bisa lebih dekat dari keadaan (lebih) dekat sebelumnya, bagaimana kita bisa menjauh, memiliki jarak kemudian menghilang, dan kembali lagi seperti masa perkenalan dahulu walau sekarang tidak-bisa-sedekat-dulu.

ya itu memang sudah pekerjaan waktu untuk mempertemukan kita, dan itu memang dengan izin Allah. yaaa memang Saya menganggap pada awalnya itu memang tidak terlalu manis. Sungguh. Saya? masuk kedalam kruang 300 dengan wajah polos yang tidak mengerti apa-apa, tidak tahu siapa-siapa disana dan akhirnya berkenalan dengan seseorang (sekarang menjadi sahabat saya) untuk pertama kali, dia menjadi teman saya. ya karena kita sama-sama tidak mengenal siapapun disitu.

kamu? Awalnya aku tak begitu memperhatikanmu, well.. i really like my new friends. but, kita lawan jenis. Saya perempuan dan kamu laki-laki. yaaa.. untuk awal perkenalan kita memiliki jarak bukan? dan kamu juga sudah mengenal semua anak yang ada disitu (OFC, kamu sudah ada disana jauh sebelum kedatangan saya di kelas itu) sedangkan saya? mungkin hanya teman sebelah kanan dan kiri saja yaaa.. 

detik berganti menit, menit berganti jam, jam pun terus berjalan dan menjadi satu kesatuan hari, melewati 7 hari untuk menjadi minggu dan seterusnya. Saya merasa kamu baik, kamu easygoing, kamu lucu, dan terkadang kamu garing. yaaa garing.. tapi saya suka gaya kamu. oops maksud saya, saya suka berteman dengan mu. kamu itu menjadi diri sendiri tidak dibuat-buat.

saya rasa, saya melewati beberapa kejadian  yang harusnya dapat saya kenang karena saya melewatinya bersama kamu, tapi ternyata saya tidak dapat mengingat semua dengan jelas. entah lah.

satu bulan dua bulan saya mengenalmu, dan akhirnya saya mengetahui kamu sudah punya pacar. hmm saya ikut senang dengan kabar itu. malah itu menjadi salah satu bagian dari keisengan saya saat berinteraksi dengan mu, memanggilmu dengan nama dia.. yaaaa... saya rasa kita menjadi dekat hmm tambah dekat. Hei! tenang, kita yang dimaksud disini bukan hanya saya dan kamu kok, tapi kita disini ada saya, kamu dan sahabat saya. 
ya mungkin kedekatan kita datang pada waktu yang salah. mungkin. hmm aku rasa kamu mengerti kenapa aku berkata seperti itu. yaaa saya rasa kamu juga menyadarinya dulu, kalau.. kelompok (yang dulu kamu bilang) borju itu tidak menyukai kedekatan kita, tidak menyukai kamu berinteraksi dengan saya, dan saya merasa mereka tidak menyukai ada saya didalam kelas itu. yaaa itu perasaan saya.

dan akhirnya kamu merasakan apa yang dulu saya pernah rasakan. dan kamu bilang sama saya kalau wanita itu menerimamu karena kasihan. yaaa kau tau apa? hatiku mencelos mendengarnya.. hati saya ikut sakit seperti merasakan apa yang kamu rasa. yaaaa saya juga merasakan sedih yang sama. walau kamu menutupi perasaanmu yang sesungguhnya, namun saya dapat merasakan itu dengan jelas. sangat jelas.

semua memang biasa saja, tidak ada yang spesial diantara kita, kita hanya dua orang anak smp yang tidak sengaja dipersatukan oleh Allah dalam satu tempat yang sama. ya hanya itu saja, aku tidak merasakan semua itu spesial, walaupun kita memang semakin dekat, sering bercerita lewat media sosial, sering berinteraksi, dan saya akui kamu konyol.

sampai akhirnya, saya tidak tahu apakah kau benar atau hanya bercanda, kamu bilang suka. hhhhh.. yang benar saja? saya tidak yakin itu, walaupun akhirnya saya berkata "ya" dan perjalanan kita pun dimulai. well kali ini kita antara kamu dan aku, tanpa dia :)

Ofc, awalnya saya memang tidak memiliki perasaan yang besar, saya merasa nyaman dengan mu yaaa itu saja, saya juga tidak menyanyangi mu. ya menurut saya menyanyangi seseorang yang baru itu memang tidak mudah. yaaa tentu saja tidak semudah membalikan telapak tangan.

hari berganti minggu, terus bergulir menjadi bulan. yaa semua terasa sama, sama sekali tidak ada yang berubah. kamu tidak memiliki sisi romantis sedikit pun, itu menurut cara pandang saya. kamu tidak ekspresif, kamu flat, kamu ya kamu menjadi dirimu sendiri tidak dibuat menjadi orang lain. semakin lama saya semakin sadar, saya memiliki perasaan yang berbeda, dan itu hanya untuk kamu bukan yang lain. haha saya merasa konyol terhadap diri saya sendiri, yang awalnya biasa saja, awalnya hati saya flat kalau kamu mentionan sama ex-mu jujur semua terasa datar. namun entah mengapa semakin lama semua semakin nyata, ada yang terasa janggal apabila kita tak berhubungan, ada yang terasa berbeda apabila kamu menghilang, ada yang terasa nyeri apa bila kamu asik mentionan sama wanita itu. yaaa semua berubah.
sayang? mungkin. tapi saya tak yakin dengan semuanya. yaa saya tidak yakin dengan perasaan itu kalau itu adalah rasa sayang, mungkin itu hanya karena terbiasa dengan mu. mungkin kan.. semuanya mungkin terjadi.
tapi, semakin lama saya menyadari, itu bukan hal terbiasa, itu perasaan dari dalam hati saya dan hanya untuk kamu, perasaan yang menggelitik dan membuat saya merasa konyol di hadapan dunia. apa saya mulai merasakan hal yang "berbeda" terhadap lawan jenis?

kenyataan pahitnya adalah, saya merasakan hanya saya sendiri yang merasakan itu, merasakan hal yang menggelitik, entah lah. karena kamu jarang hadir, kamu jarang menyapa, dan kamu... sering tak ada kabar.
saya merasa saya terombang ambing, sakit? tidak sakit, saya masih memiliki pegangan yang kokoh, dan saya masih percaya, saya memiliki rumah untuk kembali apabila suatu saat kamu pergi.

kamu, tidak hanya sekali duakali membuat hati ini pilu, namun kamu juga memberikan kebahagiaan yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata. i can't explain how much i'm happy cause you, i can't explain it with the word, yang saya tahu, disini saya tidak sendirian, saya masih memiliki kamu walau kamu memang tidak selalu ada disini.

sebulan duabulan tigabulan.... dan pada akhirnya sampai bulan keenam. mungkin kesabaran kita memiliki batas, mungkin kekuatan kita hanya sampai sini, mungkin kita sudah siap untuk melempar kata "kita" kedalam kardus kenangan dan diingat hanya seperlunya. mungkin..... saya dan kamu sudah lelah dan merasa sudah tidak memiliki signal yang sama. mungkin.... ya, mungkin...

akhirnya tidak ada kata kita antara saya dan kamu lagi, haha.. tidak ada.
namun terimakasih dan maaf untuk semua yang telah kamu kasih buat saya dan saya tidak bisa menjadi yang terbaik untuk kamu.
terimakasih kamu telah menjadi penyemangat, terimakasih kamu telah menjadi lentera yang menenangkan ketika gelap menyelimuti, terimakasih kamu telah memberi banyak senyuman, canda, tawa, tangis, sebal, kesal, benci kepada saya, terimakasih ya kamu sudah menjadi pelengkap. terimakasih, dan maaf saya tidak bisa membalasnya. maaf saya membuat anda kesal, maaf saya hanya merepotkan anda.

setahun pun terasa begitu cepat, dan ternyata memang saya sudah tidak bertemu denganmu selama 581 hari, dan mungkin lebih dari 500 hari kita tidak memiliki kontak sama sekali, walau terkadang saya masih mengunjungi twittermu untuk memastikan kamu baik-baik saja. ya dan akhirnya kita dipertemukan kembali oleh takdir. saya cukup merasa bahagia :)
terimakasih untuk waktumu yang sangat berharga yang telah kamu sisihkan untuk saya, terimakasih.

___________
NB: saya sangat suka dengan txt kamu dulu..
"kalo udah berusaha sebaik mungkin, ya tinggal berdoa.
karena kita yang berusaha Tuhan yang menentukan. keep smile :)"
-Kamu, 27 April 2011 (09:23:37)

Minggu, 05 Mei 2013

penguatan hati sendiri -__-

entah ini sudah yang keberapa kalinya aku ngerasa kayak gini, berawal dengan semangat berakhir dengan tak ada juntrungan. aku merasa terombang ambing. yaa terombang ambing. dan gak berharap untuk mendapat kan yang lebih. kenapa? ya karena memang aku merasa ini bukan sebagai totalitas yang sebenarnya yaa... walau aku juga mengerjakaan semuanya dengan segala hati perasaan dan tenaga serta pikiran sudah tercurahkan ke project ini tapi tetap saja semua terasa ada yang mengganjal.
pada awalnya.. ya aku memang berharap tinggi dan terlalu jauh, namun seiring berjalannya waktu dan aku merasakan ada banyak hal yang tidak memiliki korelasi yang jelas, harapan itu sedikit-sedikit menghilang   ya.. menghilang. mungkin tak seutuhnya menghilang juga hanya saja aku merasa setiap waktu yang aku lalui harapan itu semakin lama semakin berkurang dan mungkin akan habis pada akhirnya. entah lah.

bersikap optimis? tentu saja akan kucoba untuk selalu optimis. "the power of mind" yang selalu ku tancapkan dalam benakku. aku berusaha untuk merasa optimis tapi tidak mau untuk menjadi takabur. tapi apa dalam hal ini pun aku harus bersifat optimis? toh ini awal bagiku. iyaa awal untuk memulai perjalannan setidaknya banyak yang mengatakan kalau kita belum jatuh itu namanya bukan kehidupan. entahlah makna asli sebenarnya seperti apa. tapi ku rasa kata-kata itu cukup bagus.

saat pesimis menguasai jiwa entah apa yang terjadi, aku merasa tak memiliki semangat untuk melanjutkannya. lelah.. memang lelah tapi membayangkan kekalahan itu menyakitkan. apalagi.... ah sudah lah. tapi aku juga meneruskan ini bukan karena terlanjur. aku mengerjakannya dengan harapan akan membawa kebaikan. ya entah apalah itu tapi aku hanya berharap itu.

menang kalah itu hal biasa dalam kehidupan. asal jangan kalah sebelum bertarung itu namanya memalukan.
kita sudah berusaha semaksimal mungkin kalau menang itu sebagai bonus atas kerja keras kita. apabila tidak? yaaaaaaaa... hidup akan terus berjalan kok. tenang saja :)

Kamis, 02 Mei 2013

#penggalauanMasal

buat kamu yang insya Allah suatu saat membaca tulisan ini.

Hai kamu yang disana! Apa kabar? semoga kamu selalu dalam lindungan Allah ya :) Aamiin.
Gak terasa ya udah beberapa minggu kamu fix ngilang dari hidupku. halah, aku merasa ada yang beda diantara kita loh. aku merasa kita udah gak sejalan lagi, dan emang bener kita emang udah gak sejalan.
Kita gak sejalannya bukan hanya dalam satu atau dua hal saja. tapi aku rasa dalam semua aspek. visi misi kita udah gak nyatu gitu. yaa mau diapain lagi kan? emang sudah jalannya harus seperti ini. lagi pula aku gak punya hak apapun kan atas kamu?

Kamu yang disana..
emang bener kata orang, "kadang sesuatu itu terlihat lebih indah saat sudah bukan menjadi milik kita." ya aku rasa kata-kata itu benar. aku merasa semua nyata. kamu lebih indah daripada kemarin :) gak papa lah ada kemajuan kalo gitu. wkwk
kamu.. iya kamu... apa kamu lupa atas perkataanmu tempo hari? kamu lupa ya? apa perlu aku ingatkan?
tapi aku rasa aku gak usah ngingetin kamu lagi, karena aku merasa... yaaa merasa kita emang udah susah untuk bersatu kembali.

hei. aku minta maaf ya dulu aku tidak pernah menjadi sesuai yang kamu harapkan. ya karena beginilah aku. aku ya aku, bukan dia. aku hanya bisa menjadi diriku sendiri.. aku gak bisa menjadi dia, dan aku rasa aku memiliki alasan kuat untuk bertahan di pendirianku :)

BTW. congrats ya buat kamu yang sekarang sudah menemui lagi kebahagiaanmu. aku berharap kamu pertahankan kebahagiaanmu selalu. dan aku minta maaf aku merasa ternyata bukan aku kebahagiaanmu. dan aku mengikhlaskan janjimu. agar kamu tenang :)

semoga kita bisa kembali berteman seperti dulu.
maaf.

Kamis, 25 April 2013

Harus Kah Lagi?

Heloo :3

Akhir-akhir ini rasanya capek nya poll banget. Entah kenapa tapi rasanya berkali-kali lipat capeknya lebih dari biasanya.
Minggu ini rasanya gue berperang sama perasaan. Enggak kok enggak ini bukan masalah tentang lawan jenis, tapi masalah... ah sudah lah. terlalu capek malam ini kalau gue membahas hal-hal yang udah-cukup-buat bikin gue garuk garuk tembok sampe makan garpu tiap harinya -_-

Terkadang sih pingin banget untuk lari dari kenyataan. Tapi rasanya impossible deh, kenyataan bukan untuk di hindari tapi untuk di hadapi kan?
oke lepas dari itu semua, disatu sisi gue ngerasa seneng juga. ya emang hidup itu gak ada yang sempurna kan? haha.. dan gue cukup merasa nyaman sama kelas baru gue di Lia Cibubur, wkwk..

yahh.. pernah gak sih kalian ngerasain.. pada awalnya melakukan suatu kegiatan dengan ikhlas dan menggunakan hati yang tulus tapi karena ada suatu kejadian yang datangnya terus menerus dan dalam tempo yang sangat cepat lo jadi merasa mengerjakannya dengan setengah hati, atau malah rasanya lo udah gak ada hati buat ngelakuin itu.. pernah gak? 
NAH! hal itu sekarang yang gue rasaain. rasanya bawaanya bete mulu tiap harinya. Iya gue tau, mengerjakan segala sesuatunya emang harus ikhlas kan biar berkah. Tapi , gak gini juga kali caranya :) lama-lama aku capek juga nihhh..

oia, FYI aja.. besok gue mau LDP nih. btw lo pada tau LDP ga? LDP itu Latihan Dasar Penelitian yang di adakan oleh KirTim dan di support oleh Gelanggang Remaja Jakarta Timur. Oke jadi ceritanya (kenyataanya si) besok gue bersama 69+++ orang lainnya akan pergi ke Gn. Salak. whoho for the first time gitu main ke sana~ *oke ini cukup norak*
ya pokoknya tunggu cerita selanjutnya aja deh yaa..

Sabtu, 20 April 2013

581 Days Without You

Menunggu bukanlah hal yang menyenangkan, menunggu trans jakarta, menunggu seseorang yang datang terlambat, menunggu saat mendownload sesuatu file.. menurutku itu sangat mem-bosan-kan. Tapi berbeda saat aku menunggu mu sejak hari dimana terakhir kita bertemu.

581 hari yang lalu, mungkin itu perjumpaan terakhir kita. Aku tak pernah berani memimpikan kita akan bertemu lagi, walau aku sebenarnya selalu berharap agar kita dapat bertemu lagi... hanya harap ku saja :)
581 hari yang lalu, kita hanya diam dan terkurung dalam kebisuan. Aku? Iya Aku.. yang selalu berharap kamu menyapaku lagi.. tapi, kenyataan tak seindah bayangan bukan? dan Aku tak menyangka itu akan menjadi perjumpaan kita yang terakhir.

Aku melewati 581 hari tanpa kehadiranmu se-detik-pun dalam hidupku. Walau terkadang.. harap ku yang melambung tinggi meminta mu untuk ada di sini, tapi itu hanya sebatas harap dan angan kosong yang mungkin susah untuk terwujud.
Aku melewati 581 hari tanpa menemukan pengganti-mu disini, melewati 581 hari dengan jeratan kenangan yang tak bisa terhapus, melewati 581 hari tanpa kamu.. ya kamu..

tapi apa hak ku meminta kamu kembali? tak ada! aku tak punya hak apapun atas kamu :) tidak punya..
aku yang selalu menari dengan angan, berdansa dengan bayangan dan menyanyi dengan masa lalu. Tapi, aku tak bisa berlari menjauhi realita kehidupan, aku harus terus berjalan. dan mungkin kenangan tentangmu adalah suatu yang indah dan akan tetap membuatku tersenyum di masa terberatku nanti,,

hari ini..
582 hari setelah perjumpaan terakhir kita.. dan akhirnya semesta mengizinkan kita untuk bertemu kembali.
581 hari tanpamu terganti oleh 1 1/2 jam kita dihari ini.
ternyata 582 hari tak merubah kau menjadi orang asing bagiku...
dan... getaran ini masih sama seperti 582 hari yang lalu..

detik ini, anganku melambung kembali dan mendapatkan kenyataan.. haruskah aku menunggu 581 hari lagi?
menunggu kurang dari 581 hari apa lebih dari itu? apa kita akan bertemu lagi nanti? entah lah.  

semoga kau selalu bahagia :)
dariku, yang selalu menunggu

Minggu, 07 April 2013

Hak dan Kewajiban

Hai guys udah lama gak posting tiba-tiba jadi pingin nulis di sini lagi. Tapi karena gue gak punya ide apa-apa, sekarang gue cuma mau ngulik sedikit nih apasih hak dan kewajiban.. yaaa tepatnya hak dan kewajiban kita sebagai murid dan guru kita sebagai pendidik. Penasaran? Cekidot.

sebenernya Hak adalah segala sesuatu yang harus di dapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan sebelum lahir. kalau kewajiban ituuuu....  sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan). (sumber: wikipedia)

NAH! berpandang dari pengertian diatas, sebenernya memang hak murid mendapat pendidikan yang layak, mendapat nilai yang baik (kalau emang beneran dia memenuhi kewajibannya), tidak di beda-bedakan, dll. yaaa dalam hidup ini gak harus menuntut terus kan? berarti kalau kita meminta hak, kita harus menjalankan kewajiban kita. biar balance deh intinya. hehe
yaaa... kewajiban kita sebagai pelajar kan emang belajar, mengerjakan tugas, menghormati guru. that's dan menurut gue emang itu wajar-wajar-aja. 
kewajiban guru sebagai pendidik itu memberikan nilai yang baik (sesuai apa yang di kerjakan murid), mengajar, memberikan tugas, dll. dan hak nya? yaaa... murid-murid mengerjakan tugas yang beliau berikan (mungkin itu masuk salah satu hak?), di hormati murid,dll

coba kita berpandang dari situ, bayangkan apa yang terjadi ketika seorang guru sudah lelah mengajar, kemudian beliau memberikan tugas dan ternyata tidak di kerjakan sama muridnya. apa itu tidak menyakitkan guru? mau dapat hak nilai baik tapi tidak melakukan kewajiban itu sebenarnya tidak adil.

BTW, gue jadi inget perkataan bu Alfiyah (my beloved physics teacher). she said "kalau mau mengerjakan tugas atau mengumpulkan tugas, sendiri aja gak usah main tunggu-tungguan sama teman, percuma. kalau mereka belum mengejakan sedangkan kamu sudah dan kemudian mau kumpulin tugas kamu main tunggu-tungguan. dan akhirnya nilai kalian malah gak ada yang masuk semua dan dianggap pemalas. kamu mau? apa teman kamu akan bertanggung jawab? tidak masalah mengumpulkan tugas sendiri kok, karena memang itu sudah kewajiban kamu dan hak guru." ya kurang lebih begitulah kata-katanya.

so, menurut gue dalam mengerjakan tugas itu nggak ada komprominya. ya kalo gue berpandang dari sekolah-sekolah yang menurut gue diatas rata-rata, mereka akan berlomba-lomba untuk membuat tugas yang terbaik. yaaa bukannya sok rajin. tapi emang pada kenyataannya mereka berusaha se-maksimal mungkin untuk melaksanakan kewajiban mereka sebagai pelajar.

Ya gitu lah. pokoknya buat teman-teman pelajar dimanapun kalian berada, jangan merasa lelah dalam belajar dan mengerjakan tugas, turutilah apa kata orang tua dan gurumu. percayalah, pasti ada kebaikan di balik itu semua.


SEMANGAT PELAJAR INDONESIA!