Halaman

Sabtu, 08 Juni 2013

Why Always You?

I don't know what I write in this post but I try to write little things about my feeling. yeahhh my feeling for you.

kita? sudah lama rasanya kita tidak saling bertegur sapa. Saya ingin mengingat kembali bagaimana pertemuan perdana kita dulu, bagaimana kita bisa lebih dekat, bagaimana kita bisa lebih dekat dari keadaan (lebih) dekat sebelumnya, bagaimana kita bisa menjauh, memiliki jarak kemudian menghilang, dan kembali lagi seperti masa perkenalan dahulu walau sekarang tidak-bisa-sedekat-dulu.

ya itu memang sudah pekerjaan waktu untuk mempertemukan kita, dan itu memang dengan izin Allah. yaaa memang Saya menganggap pada awalnya itu memang tidak terlalu manis. Sungguh. Saya? masuk kedalam kruang 300 dengan wajah polos yang tidak mengerti apa-apa, tidak tahu siapa-siapa disana dan akhirnya berkenalan dengan seseorang (sekarang menjadi sahabat saya) untuk pertama kali, dia menjadi teman saya. ya karena kita sama-sama tidak mengenal siapapun disitu.

kamu? Awalnya aku tak begitu memperhatikanmu, well.. i really like my new friends. but, kita lawan jenis. Saya perempuan dan kamu laki-laki. yaaa.. untuk awal perkenalan kita memiliki jarak bukan? dan kamu juga sudah mengenal semua anak yang ada disitu (OFC, kamu sudah ada disana jauh sebelum kedatangan saya di kelas itu) sedangkan saya? mungkin hanya teman sebelah kanan dan kiri saja yaaa.. 

detik berganti menit, menit berganti jam, jam pun terus berjalan dan menjadi satu kesatuan hari, melewati 7 hari untuk menjadi minggu dan seterusnya. Saya merasa kamu baik, kamu easygoing, kamu lucu, dan terkadang kamu garing. yaaa garing.. tapi saya suka gaya kamu. oops maksud saya, saya suka berteman dengan mu. kamu itu menjadi diri sendiri tidak dibuat-buat.

saya rasa, saya melewati beberapa kejadian  yang harusnya dapat saya kenang karena saya melewatinya bersama kamu, tapi ternyata saya tidak dapat mengingat semua dengan jelas. entah lah.

satu bulan dua bulan saya mengenalmu, dan akhirnya saya mengetahui kamu sudah punya pacar. hmm saya ikut senang dengan kabar itu. malah itu menjadi salah satu bagian dari keisengan saya saat berinteraksi dengan mu, memanggilmu dengan nama dia.. yaaaa... saya rasa kita menjadi dekat hmm tambah dekat. Hei! tenang, kita yang dimaksud disini bukan hanya saya dan kamu kok, tapi kita disini ada saya, kamu dan sahabat saya. 
ya mungkin kedekatan kita datang pada waktu yang salah. mungkin. hmm aku rasa kamu mengerti kenapa aku berkata seperti itu. yaaa saya rasa kamu juga menyadarinya dulu, kalau.. kelompok (yang dulu kamu bilang) borju itu tidak menyukai kedekatan kita, tidak menyukai kamu berinteraksi dengan saya, dan saya merasa mereka tidak menyukai ada saya didalam kelas itu. yaaa itu perasaan saya.

dan akhirnya kamu merasakan apa yang dulu saya pernah rasakan. dan kamu bilang sama saya kalau wanita itu menerimamu karena kasihan. yaaa kau tau apa? hatiku mencelos mendengarnya.. hati saya ikut sakit seperti merasakan apa yang kamu rasa. yaaaa saya juga merasakan sedih yang sama. walau kamu menutupi perasaanmu yang sesungguhnya, namun saya dapat merasakan itu dengan jelas. sangat jelas.

semua memang biasa saja, tidak ada yang spesial diantara kita, kita hanya dua orang anak smp yang tidak sengaja dipersatukan oleh Allah dalam satu tempat yang sama. ya hanya itu saja, aku tidak merasakan semua itu spesial, walaupun kita memang semakin dekat, sering bercerita lewat media sosial, sering berinteraksi, dan saya akui kamu konyol.

sampai akhirnya, saya tidak tahu apakah kau benar atau hanya bercanda, kamu bilang suka. hhhhh.. yang benar saja? saya tidak yakin itu, walaupun akhirnya saya berkata "ya" dan perjalanan kita pun dimulai. well kali ini kita antara kamu dan aku, tanpa dia :)

Ofc, awalnya saya memang tidak memiliki perasaan yang besar, saya merasa nyaman dengan mu yaaa itu saja, saya juga tidak menyanyangi mu. ya menurut saya menyanyangi seseorang yang baru itu memang tidak mudah. yaaa tentu saja tidak semudah membalikan telapak tangan.

hari berganti minggu, terus bergulir menjadi bulan. yaa semua terasa sama, sama sekali tidak ada yang berubah. kamu tidak memiliki sisi romantis sedikit pun, itu menurut cara pandang saya. kamu tidak ekspresif, kamu flat, kamu ya kamu menjadi dirimu sendiri tidak dibuat menjadi orang lain. semakin lama saya semakin sadar, saya memiliki perasaan yang berbeda, dan itu hanya untuk kamu bukan yang lain. haha saya merasa konyol terhadap diri saya sendiri, yang awalnya biasa saja, awalnya hati saya flat kalau kamu mentionan sama ex-mu jujur semua terasa datar. namun entah mengapa semakin lama semua semakin nyata, ada yang terasa janggal apabila kita tak berhubungan, ada yang terasa berbeda apabila kamu menghilang, ada yang terasa nyeri apa bila kamu asik mentionan sama wanita itu. yaaa semua berubah.
sayang? mungkin. tapi saya tak yakin dengan semuanya. yaa saya tidak yakin dengan perasaan itu kalau itu adalah rasa sayang, mungkin itu hanya karena terbiasa dengan mu. mungkin kan.. semuanya mungkin terjadi.
tapi, semakin lama saya menyadari, itu bukan hal terbiasa, itu perasaan dari dalam hati saya dan hanya untuk kamu, perasaan yang menggelitik dan membuat saya merasa konyol di hadapan dunia. apa saya mulai merasakan hal yang "berbeda" terhadap lawan jenis?

kenyataan pahitnya adalah, saya merasakan hanya saya sendiri yang merasakan itu, merasakan hal yang menggelitik, entah lah. karena kamu jarang hadir, kamu jarang menyapa, dan kamu... sering tak ada kabar.
saya merasa saya terombang ambing, sakit? tidak sakit, saya masih memiliki pegangan yang kokoh, dan saya masih percaya, saya memiliki rumah untuk kembali apabila suatu saat kamu pergi.

kamu, tidak hanya sekali duakali membuat hati ini pilu, namun kamu juga memberikan kebahagiaan yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata. i can't explain how much i'm happy cause you, i can't explain it with the word, yang saya tahu, disini saya tidak sendirian, saya masih memiliki kamu walau kamu memang tidak selalu ada disini.

sebulan duabulan tigabulan.... dan pada akhirnya sampai bulan keenam. mungkin kesabaran kita memiliki batas, mungkin kekuatan kita hanya sampai sini, mungkin kita sudah siap untuk melempar kata "kita" kedalam kardus kenangan dan diingat hanya seperlunya. mungkin..... saya dan kamu sudah lelah dan merasa sudah tidak memiliki signal yang sama. mungkin.... ya, mungkin...

akhirnya tidak ada kata kita antara saya dan kamu lagi, haha.. tidak ada.
namun terimakasih dan maaf untuk semua yang telah kamu kasih buat saya dan saya tidak bisa menjadi yang terbaik untuk kamu.
terimakasih kamu telah menjadi penyemangat, terimakasih kamu telah menjadi lentera yang menenangkan ketika gelap menyelimuti, terimakasih kamu telah memberi banyak senyuman, canda, tawa, tangis, sebal, kesal, benci kepada saya, terimakasih ya kamu sudah menjadi pelengkap. terimakasih, dan maaf saya tidak bisa membalasnya. maaf saya membuat anda kesal, maaf saya hanya merepotkan anda.

setahun pun terasa begitu cepat, dan ternyata memang saya sudah tidak bertemu denganmu selama 581 hari, dan mungkin lebih dari 500 hari kita tidak memiliki kontak sama sekali, walau terkadang saya masih mengunjungi twittermu untuk memastikan kamu baik-baik saja. ya dan akhirnya kita dipertemukan kembali oleh takdir. saya cukup merasa bahagia :)
terimakasih untuk waktumu yang sangat berharga yang telah kamu sisihkan untuk saya, terimakasih.

___________
NB: saya sangat suka dengan txt kamu dulu..
"kalo udah berusaha sebaik mungkin, ya tinggal berdoa.
karena kita yang berusaha Tuhan yang menentukan. keep smile :)"
-Kamu, 27 April 2011 (09:23:37)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar