Halaman

Kamis, 12 September 2013

maaf

Ini adalah hari yang kesekian kalinya kita saling membangun tembok es yang dingin. ini adalah hari kesekian kalinya kita tak saling menyapa, bercengkrama, bercanda, tertawa bersama. Ini adalah hari kesekian kalinya sejak hari terakhir kita saling melempar senyuman. Entah kenapa, sekarang... semua terasa berat. Tak ada yang mau untuk mulai menyapa, memulai pembicaraan, mencairkan suasana... Tak ada yang berani. Aku? masih mengumpat dibalik kabut rasa gengsi yang enggan untuk pergi. Aku? hanya berani untuk menunggu... menunggu dan terus menunggu karena aku tidak berani untuk memulai terlebih dahulu.

Aku yang bermain dengan angan angan dan ekspektasi yang tinggi tentang kita. Aku rasa cuma aku.. bukan kita, tapi apalah arti aku berharap sendirian sedangkan kamu tidak? apa artinya aku bermimpi sendiri namun kamu berjalan berlawanan arah denganku? semuanya gak ada artinya. kadang aku malah berharap untuk terus tertidur agar aku dapat bermimpi indah. karena kenyataan tak seindah mimpiku.
Aku tak berharap tinggi lagi, cukup menjalin silaturahim yang baik dengan mu adalah salah satu kebahagiaan yang aku inginkan sekarang. Aku tak berharap kita kembali seperti dulu. aku cuma ingin kita saling melempar senyum saat berpapasan. bukan membangun tembok es yang dingin..
penyesalan memang datang terakhir. iya terakhir setelah semuanya sudah terjadi. setelah aku kembali melakukan hal bodoh yang seharusnya tidakku lakukan, aku menyesal... sungguh.
Maaf, bukan maksudku untuk seperti itu, maaf sungguh tidak pernah terbesit seperti itu, maaf aku tak pernah berani untuk memulai semuanya, maaf aku tidak berani untuk menyapamu, maaf karena aku seakan tidak ingin melihat mu. tapi apa yang ku lakukan tidak semuanya berasal dari hati. sungguh.





















maaf.
ul.

Sabtu, 08 Juni 2013

Why Always You?

I don't know what I write in this post but I try to write little things about my feeling. yeahhh my feeling for you.

kita? sudah lama rasanya kita tidak saling bertegur sapa. Saya ingin mengingat kembali bagaimana pertemuan perdana kita dulu, bagaimana kita bisa lebih dekat, bagaimana kita bisa lebih dekat dari keadaan (lebih) dekat sebelumnya, bagaimana kita bisa menjauh, memiliki jarak kemudian menghilang, dan kembali lagi seperti masa perkenalan dahulu walau sekarang tidak-bisa-sedekat-dulu.

ya itu memang sudah pekerjaan waktu untuk mempertemukan kita, dan itu memang dengan izin Allah. yaaa memang Saya menganggap pada awalnya itu memang tidak terlalu manis. Sungguh. Saya? masuk kedalam kruang 300 dengan wajah polos yang tidak mengerti apa-apa, tidak tahu siapa-siapa disana dan akhirnya berkenalan dengan seseorang (sekarang menjadi sahabat saya) untuk pertama kali, dia menjadi teman saya. ya karena kita sama-sama tidak mengenal siapapun disitu.

kamu? Awalnya aku tak begitu memperhatikanmu, well.. i really like my new friends. but, kita lawan jenis. Saya perempuan dan kamu laki-laki. yaaa.. untuk awal perkenalan kita memiliki jarak bukan? dan kamu juga sudah mengenal semua anak yang ada disitu (OFC, kamu sudah ada disana jauh sebelum kedatangan saya di kelas itu) sedangkan saya? mungkin hanya teman sebelah kanan dan kiri saja yaaa.. 

detik berganti menit, menit berganti jam, jam pun terus berjalan dan menjadi satu kesatuan hari, melewati 7 hari untuk menjadi minggu dan seterusnya. Saya merasa kamu baik, kamu easygoing, kamu lucu, dan terkadang kamu garing. yaaa garing.. tapi saya suka gaya kamu. oops maksud saya, saya suka berteman dengan mu. kamu itu menjadi diri sendiri tidak dibuat-buat.

saya rasa, saya melewati beberapa kejadian  yang harusnya dapat saya kenang karena saya melewatinya bersama kamu, tapi ternyata saya tidak dapat mengingat semua dengan jelas. entah lah.

satu bulan dua bulan saya mengenalmu, dan akhirnya saya mengetahui kamu sudah punya pacar. hmm saya ikut senang dengan kabar itu. malah itu menjadi salah satu bagian dari keisengan saya saat berinteraksi dengan mu, memanggilmu dengan nama dia.. yaaaa... saya rasa kita menjadi dekat hmm tambah dekat. Hei! tenang, kita yang dimaksud disini bukan hanya saya dan kamu kok, tapi kita disini ada saya, kamu dan sahabat saya. 
ya mungkin kedekatan kita datang pada waktu yang salah. mungkin. hmm aku rasa kamu mengerti kenapa aku berkata seperti itu. yaaa saya rasa kamu juga menyadarinya dulu, kalau.. kelompok (yang dulu kamu bilang) borju itu tidak menyukai kedekatan kita, tidak menyukai kamu berinteraksi dengan saya, dan saya merasa mereka tidak menyukai ada saya didalam kelas itu. yaaa itu perasaan saya.

dan akhirnya kamu merasakan apa yang dulu saya pernah rasakan. dan kamu bilang sama saya kalau wanita itu menerimamu karena kasihan. yaaa kau tau apa? hatiku mencelos mendengarnya.. hati saya ikut sakit seperti merasakan apa yang kamu rasa. yaaaa saya juga merasakan sedih yang sama. walau kamu menutupi perasaanmu yang sesungguhnya, namun saya dapat merasakan itu dengan jelas. sangat jelas.

semua memang biasa saja, tidak ada yang spesial diantara kita, kita hanya dua orang anak smp yang tidak sengaja dipersatukan oleh Allah dalam satu tempat yang sama. ya hanya itu saja, aku tidak merasakan semua itu spesial, walaupun kita memang semakin dekat, sering bercerita lewat media sosial, sering berinteraksi, dan saya akui kamu konyol.

sampai akhirnya, saya tidak tahu apakah kau benar atau hanya bercanda, kamu bilang suka. hhhhh.. yang benar saja? saya tidak yakin itu, walaupun akhirnya saya berkata "ya" dan perjalanan kita pun dimulai. well kali ini kita antara kamu dan aku, tanpa dia :)

Ofc, awalnya saya memang tidak memiliki perasaan yang besar, saya merasa nyaman dengan mu yaaa itu saja, saya juga tidak menyanyangi mu. ya menurut saya menyanyangi seseorang yang baru itu memang tidak mudah. yaaa tentu saja tidak semudah membalikan telapak tangan.

hari berganti minggu, terus bergulir menjadi bulan. yaa semua terasa sama, sama sekali tidak ada yang berubah. kamu tidak memiliki sisi romantis sedikit pun, itu menurut cara pandang saya. kamu tidak ekspresif, kamu flat, kamu ya kamu menjadi dirimu sendiri tidak dibuat menjadi orang lain. semakin lama saya semakin sadar, saya memiliki perasaan yang berbeda, dan itu hanya untuk kamu bukan yang lain. haha saya merasa konyol terhadap diri saya sendiri, yang awalnya biasa saja, awalnya hati saya flat kalau kamu mentionan sama ex-mu jujur semua terasa datar. namun entah mengapa semakin lama semua semakin nyata, ada yang terasa janggal apabila kita tak berhubungan, ada yang terasa berbeda apabila kamu menghilang, ada yang terasa nyeri apa bila kamu asik mentionan sama wanita itu. yaaa semua berubah.
sayang? mungkin. tapi saya tak yakin dengan semuanya. yaa saya tidak yakin dengan perasaan itu kalau itu adalah rasa sayang, mungkin itu hanya karena terbiasa dengan mu. mungkin kan.. semuanya mungkin terjadi.
tapi, semakin lama saya menyadari, itu bukan hal terbiasa, itu perasaan dari dalam hati saya dan hanya untuk kamu, perasaan yang menggelitik dan membuat saya merasa konyol di hadapan dunia. apa saya mulai merasakan hal yang "berbeda" terhadap lawan jenis?

kenyataan pahitnya adalah, saya merasakan hanya saya sendiri yang merasakan itu, merasakan hal yang menggelitik, entah lah. karena kamu jarang hadir, kamu jarang menyapa, dan kamu... sering tak ada kabar.
saya merasa saya terombang ambing, sakit? tidak sakit, saya masih memiliki pegangan yang kokoh, dan saya masih percaya, saya memiliki rumah untuk kembali apabila suatu saat kamu pergi.

kamu, tidak hanya sekali duakali membuat hati ini pilu, namun kamu juga memberikan kebahagiaan yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata. i can't explain how much i'm happy cause you, i can't explain it with the word, yang saya tahu, disini saya tidak sendirian, saya masih memiliki kamu walau kamu memang tidak selalu ada disini.

sebulan duabulan tigabulan.... dan pada akhirnya sampai bulan keenam. mungkin kesabaran kita memiliki batas, mungkin kekuatan kita hanya sampai sini, mungkin kita sudah siap untuk melempar kata "kita" kedalam kardus kenangan dan diingat hanya seperlunya. mungkin..... saya dan kamu sudah lelah dan merasa sudah tidak memiliki signal yang sama. mungkin.... ya, mungkin...

akhirnya tidak ada kata kita antara saya dan kamu lagi, haha.. tidak ada.
namun terimakasih dan maaf untuk semua yang telah kamu kasih buat saya dan saya tidak bisa menjadi yang terbaik untuk kamu.
terimakasih kamu telah menjadi penyemangat, terimakasih kamu telah menjadi lentera yang menenangkan ketika gelap menyelimuti, terimakasih kamu telah memberi banyak senyuman, canda, tawa, tangis, sebal, kesal, benci kepada saya, terimakasih ya kamu sudah menjadi pelengkap. terimakasih, dan maaf saya tidak bisa membalasnya. maaf saya membuat anda kesal, maaf saya hanya merepotkan anda.

setahun pun terasa begitu cepat, dan ternyata memang saya sudah tidak bertemu denganmu selama 581 hari, dan mungkin lebih dari 500 hari kita tidak memiliki kontak sama sekali, walau terkadang saya masih mengunjungi twittermu untuk memastikan kamu baik-baik saja. ya dan akhirnya kita dipertemukan kembali oleh takdir. saya cukup merasa bahagia :)
terimakasih untuk waktumu yang sangat berharga yang telah kamu sisihkan untuk saya, terimakasih.

___________
NB: saya sangat suka dengan txt kamu dulu..
"kalo udah berusaha sebaik mungkin, ya tinggal berdoa.
karena kita yang berusaha Tuhan yang menentukan. keep smile :)"
-Kamu, 27 April 2011 (09:23:37)

Minggu, 05 Mei 2013

penguatan hati sendiri -__-

entah ini sudah yang keberapa kalinya aku ngerasa kayak gini, berawal dengan semangat berakhir dengan tak ada juntrungan. aku merasa terombang ambing. yaa terombang ambing. dan gak berharap untuk mendapat kan yang lebih. kenapa? ya karena memang aku merasa ini bukan sebagai totalitas yang sebenarnya yaa... walau aku juga mengerjakaan semuanya dengan segala hati perasaan dan tenaga serta pikiran sudah tercurahkan ke project ini tapi tetap saja semua terasa ada yang mengganjal.
pada awalnya.. ya aku memang berharap tinggi dan terlalu jauh, namun seiring berjalannya waktu dan aku merasakan ada banyak hal yang tidak memiliki korelasi yang jelas, harapan itu sedikit-sedikit menghilang   ya.. menghilang. mungkin tak seutuhnya menghilang juga hanya saja aku merasa setiap waktu yang aku lalui harapan itu semakin lama semakin berkurang dan mungkin akan habis pada akhirnya. entah lah.

bersikap optimis? tentu saja akan kucoba untuk selalu optimis. "the power of mind" yang selalu ku tancapkan dalam benakku. aku berusaha untuk merasa optimis tapi tidak mau untuk menjadi takabur. tapi apa dalam hal ini pun aku harus bersifat optimis? toh ini awal bagiku. iyaa awal untuk memulai perjalannan setidaknya banyak yang mengatakan kalau kita belum jatuh itu namanya bukan kehidupan. entahlah makna asli sebenarnya seperti apa. tapi ku rasa kata-kata itu cukup bagus.

saat pesimis menguasai jiwa entah apa yang terjadi, aku merasa tak memiliki semangat untuk melanjutkannya. lelah.. memang lelah tapi membayangkan kekalahan itu menyakitkan. apalagi.... ah sudah lah. tapi aku juga meneruskan ini bukan karena terlanjur. aku mengerjakannya dengan harapan akan membawa kebaikan. ya entah apalah itu tapi aku hanya berharap itu.

menang kalah itu hal biasa dalam kehidupan. asal jangan kalah sebelum bertarung itu namanya memalukan.
kita sudah berusaha semaksimal mungkin kalau menang itu sebagai bonus atas kerja keras kita. apabila tidak? yaaaaaaaa... hidup akan terus berjalan kok. tenang saja :)

Kamis, 02 Mei 2013

#penggalauanMasal

buat kamu yang insya Allah suatu saat membaca tulisan ini.

Hai kamu yang disana! Apa kabar? semoga kamu selalu dalam lindungan Allah ya :) Aamiin.
Gak terasa ya udah beberapa minggu kamu fix ngilang dari hidupku. halah, aku merasa ada yang beda diantara kita loh. aku merasa kita udah gak sejalan lagi, dan emang bener kita emang udah gak sejalan.
Kita gak sejalannya bukan hanya dalam satu atau dua hal saja. tapi aku rasa dalam semua aspek. visi misi kita udah gak nyatu gitu. yaa mau diapain lagi kan? emang sudah jalannya harus seperti ini. lagi pula aku gak punya hak apapun kan atas kamu?

Kamu yang disana..
emang bener kata orang, "kadang sesuatu itu terlihat lebih indah saat sudah bukan menjadi milik kita." ya aku rasa kata-kata itu benar. aku merasa semua nyata. kamu lebih indah daripada kemarin :) gak papa lah ada kemajuan kalo gitu. wkwk
kamu.. iya kamu... apa kamu lupa atas perkataanmu tempo hari? kamu lupa ya? apa perlu aku ingatkan?
tapi aku rasa aku gak usah ngingetin kamu lagi, karena aku merasa... yaaa merasa kita emang udah susah untuk bersatu kembali.

hei. aku minta maaf ya dulu aku tidak pernah menjadi sesuai yang kamu harapkan. ya karena beginilah aku. aku ya aku, bukan dia. aku hanya bisa menjadi diriku sendiri.. aku gak bisa menjadi dia, dan aku rasa aku memiliki alasan kuat untuk bertahan di pendirianku :)

BTW. congrats ya buat kamu yang sekarang sudah menemui lagi kebahagiaanmu. aku berharap kamu pertahankan kebahagiaanmu selalu. dan aku minta maaf aku merasa ternyata bukan aku kebahagiaanmu. dan aku mengikhlaskan janjimu. agar kamu tenang :)

semoga kita bisa kembali berteman seperti dulu.
maaf.

Kamis, 25 April 2013

Harus Kah Lagi?

Heloo :3

Akhir-akhir ini rasanya capek nya poll banget. Entah kenapa tapi rasanya berkali-kali lipat capeknya lebih dari biasanya.
Minggu ini rasanya gue berperang sama perasaan. Enggak kok enggak ini bukan masalah tentang lawan jenis, tapi masalah... ah sudah lah. terlalu capek malam ini kalau gue membahas hal-hal yang udah-cukup-buat bikin gue garuk garuk tembok sampe makan garpu tiap harinya -_-

Terkadang sih pingin banget untuk lari dari kenyataan. Tapi rasanya impossible deh, kenyataan bukan untuk di hindari tapi untuk di hadapi kan?
oke lepas dari itu semua, disatu sisi gue ngerasa seneng juga. ya emang hidup itu gak ada yang sempurna kan? haha.. dan gue cukup merasa nyaman sama kelas baru gue di Lia Cibubur, wkwk..

yahh.. pernah gak sih kalian ngerasain.. pada awalnya melakukan suatu kegiatan dengan ikhlas dan menggunakan hati yang tulus tapi karena ada suatu kejadian yang datangnya terus menerus dan dalam tempo yang sangat cepat lo jadi merasa mengerjakannya dengan setengah hati, atau malah rasanya lo udah gak ada hati buat ngelakuin itu.. pernah gak? 
NAH! hal itu sekarang yang gue rasaain. rasanya bawaanya bete mulu tiap harinya. Iya gue tau, mengerjakan segala sesuatunya emang harus ikhlas kan biar berkah. Tapi , gak gini juga kali caranya :) lama-lama aku capek juga nihhh..

oia, FYI aja.. besok gue mau LDP nih. btw lo pada tau LDP ga? LDP itu Latihan Dasar Penelitian yang di adakan oleh KirTim dan di support oleh Gelanggang Remaja Jakarta Timur. Oke jadi ceritanya (kenyataanya si) besok gue bersama 69+++ orang lainnya akan pergi ke Gn. Salak. whoho for the first time gitu main ke sana~ *oke ini cukup norak*
ya pokoknya tunggu cerita selanjutnya aja deh yaa..

Sabtu, 20 April 2013

581 Days Without You

Menunggu bukanlah hal yang menyenangkan, menunggu trans jakarta, menunggu seseorang yang datang terlambat, menunggu saat mendownload sesuatu file.. menurutku itu sangat mem-bosan-kan. Tapi berbeda saat aku menunggu mu sejak hari dimana terakhir kita bertemu.

581 hari yang lalu, mungkin itu perjumpaan terakhir kita. Aku tak pernah berani memimpikan kita akan bertemu lagi, walau aku sebenarnya selalu berharap agar kita dapat bertemu lagi... hanya harap ku saja :)
581 hari yang lalu, kita hanya diam dan terkurung dalam kebisuan. Aku? Iya Aku.. yang selalu berharap kamu menyapaku lagi.. tapi, kenyataan tak seindah bayangan bukan? dan Aku tak menyangka itu akan menjadi perjumpaan kita yang terakhir.

Aku melewati 581 hari tanpa kehadiranmu se-detik-pun dalam hidupku. Walau terkadang.. harap ku yang melambung tinggi meminta mu untuk ada di sini, tapi itu hanya sebatas harap dan angan kosong yang mungkin susah untuk terwujud.
Aku melewati 581 hari tanpa menemukan pengganti-mu disini, melewati 581 hari dengan jeratan kenangan yang tak bisa terhapus, melewati 581 hari tanpa kamu.. ya kamu..

tapi apa hak ku meminta kamu kembali? tak ada! aku tak punya hak apapun atas kamu :) tidak punya..
aku yang selalu menari dengan angan, berdansa dengan bayangan dan menyanyi dengan masa lalu. Tapi, aku tak bisa berlari menjauhi realita kehidupan, aku harus terus berjalan. dan mungkin kenangan tentangmu adalah suatu yang indah dan akan tetap membuatku tersenyum di masa terberatku nanti,,

hari ini..
582 hari setelah perjumpaan terakhir kita.. dan akhirnya semesta mengizinkan kita untuk bertemu kembali.
581 hari tanpamu terganti oleh 1 1/2 jam kita dihari ini.
ternyata 582 hari tak merubah kau menjadi orang asing bagiku...
dan... getaran ini masih sama seperti 582 hari yang lalu..

detik ini, anganku melambung kembali dan mendapatkan kenyataan.. haruskah aku menunggu 581 hari lagi?
menunggu kurang dari 581 hari apa lebih dari itu? apa kita akan bertemu lagi nanti? entah lah.  

semoga kau selalu bahagia :)
dariku, yang selalu menunggu

Minggu, 07 April 2013

Hak dan Kewajiban

Hai guys udah lama gak posting tiba-tiba jadi pingin nulis di sini lagi. Tapi karena gue gak punya ide apa-apa, sekarang gue cuma mau ngulik sedikit nih apasih hak dan kewajiban.. yaaa tepatnya hak dan kewajiban kita sebagai murid dan guru kita sebagai pendidik. Penasaran? Cekidot.

sebenernya Hak adalah segala sesuatu yang harus di dapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan sebelum lahir. kalau kewajiban ituuuu....  sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan). (sumber: wikipedia)

NAH! berpandang dari pengertian diatas, sebenernya memang hak murid mendapat pendidikan yang layak, mendapat nilai yang baik (kalau emang beneran dia memenuhi kewajibannya), tidak di beda-bedakan, dll. yaaa dalam hidup ini gak harus menuntut terus kan? berarti kalau kita meminta hak, kita harus menjalankan kewajiban kita. biar balance deh intinya. hehe
yaaa... kewajiban kita sebagai pelajar kan emang belajar, mengerjakan tugas, menghormati guru. that's dan menurut gue emang itu wajar-wajar-aja. 
kewajiban guru sebagai pendidik itu memberikan nilai yang baik (sesuai apa yang di kerjakan murid), mengajar, memberikan tugas, dll. dan hak nya? yaaa... murid-murid mengerjakan tugas yang beliau berikan (mungkin itu masuk salah satu hak?), di hormati murid,dll

coba kita berpandang dari situ, bayangkan apa yang terjadi ketika seorang guru sudah lelah mengajar, kemudian beliau memberikan tugas dan ternyata tidak di kerjakan sama muridnya. apa itu tidak menyakitkan guru? mau dapat hak nilai baik tapi tidak melakukan kewajiban itu sebenarnya tidak adil.

BTW, gue jadi inget perkataan bu Alfiyah (my beloved physics teacher). she said "kalau mau mengerjakan tugas atau mengumpulkan tugas, sendiri aja gak usah main tunggu-tungguan sama teman, percuma. kalau mereka belum mengejakan sedangkan kamu sudah dan kemudian mau kumpulin tugas kamu main tunggu-tungguan. dan akhirnya nilai kalian malah gak ada yang masuk semua dan dianggap pemalas. kamu mau? apa teman kamu akan bertanggung jawab? tidak masalah mengumpulkan tugas sendiri kok, karena memang itu sudah kewajiban kamu dan hak guru." ya kurang lebih begitulah kata-katanya.

so, menurut gue dalam mengerjakan tugas itu nggak ada komprominya. ya kalo gue berpandang dari sekolah-sekolah yang menurut gue diatas rata-rata, mereka akan berlomba-lomba untuk membuat tugas yang terbaik. yaaa bukannya sok rajin. tapi emang pada kenyataannya mereka berusaha se-maksimal mungkin untuk melaksanakan kewajiban mereka sebagai pelajar.

Ya gitu lah. pokoknya buat teman-teman pelajar dimanapun kalian berada, jangan merasa lelah dalam belajar dan mengerjakan tugas, turutilah apa kata orang tua dan gurumu. percayalah, pasti ada kebaikan di balik itu semua.


SEMANGAT PELAJAR INDONESIA!